SAATNYA UNTUK ONLINE CUSTOMIZATION

Zaman ditentukan berdasarkan penemuan apa yang paling mampu mempengaruhi umat manusia pada saat itu. Kalau ada yang namanya zaman Renaissance, maka sekarang pun patut disebut dengan Zaman Cyberspace. Information technology (IT) berdiri sebagai pilar utama dalam mendukung perkembangan zaman ini. Perkembangannya sangat pesat, bahkan konon sebuah studi menyatakan bahwa pada saat mahasiswa Teknik Informatika belajar teori tentang IT, dunia IT sendiri sedang berkembang tiga kali lebih cepat.
Di lain pihak, ada sisi lain juga yang sekarang sedang marak di kalangan masyarakat, terutama di Indonesia. Dipicu oleh tingginya tingkat pengangguran yang ada di Indonesia, mulailah lahir pemikiran untuk tidak ingin memperebutkan lapangan kerja yang semakin menyempit, tetapi menciptakan lapangan pekerjaan sendiri.
Entrepreneurship, sekarang kata-kata itu jadi booming dan seakan menjadi magnet penyedot perhatian semua orang. Bagaimana tidak? Saat ini, semua acara workshop, seminar, dan perlombaan memakainya sebagai tema utama. Namun, salah satu dosen Manajemen pernah berkata bahwa pembuatan usaha adalah langkah awal yang baik. Tapi setelah itu akan ada langkah berat lainnya, yakni proses untuk mempertahankan kelangsungannya dan mengembangkannya.
Menurut saya, berbisnis berbeda dengan berdagang. Dalam bisnis, tiap orang harus mampu menciptakan value added yang akhirnya membedakannya dengan berdagang biasa. Selain itu, bisnis harus memiliki visi masa depan tentang bagaimana usahanya tersebut dapat berkembang. Mari kita lihat contoh berikut. Seorang penjual yang membeli kamera dari penjual lainnya dan menjualnya pada orang lain dengan mendapatkan margin keuntungan. Berbeda sekali dengan penjual yang tidak hanya menjualkan kamera itu, misalnya, tetapi juga menambah aksesorisnya.
Dibutuhkan tidak hanya skill untuk menangkap peluang yang ada di pasar pada saat ini, tetapi juga kemampuan menciptakan inovasi. Inovasi ini tidak hanya berfokus pada produk, tetapi juga pada value chain yang meliputi segala proses dalam pembuatan produk sampai pada pemasarannya.
Saat ini sudah banyak pengusaha yang mulai melirik dunia online untuk memasarkan produknya, atau bahkan membuat produk dengan menciptakan pasar tersendiri dari sana. Perkembangan jangkauan pengguna internet yang begitu besar di Indonesia menciptakan generasi yang mampu mendapatkan pesan dari bisnis online yang ada. Salah satu teman saya memiliki bisnis jasa pembuatan web (web design). Itu adalah contoh produk yang berasal dari dunia IT. Salah satu pemanfaatan pada proses pemasaran ditunjukkan oleh Paman saya yang memanfaatkan web untuk memasarkan usaha clothing-nya.
ANOTHER BREAK THROUGH
Saya pribadi melihat bahwa sekarang ini masyarakat Indonesia, terutama pengguna internet yang rata-rata adalah para remaja dan dewasa, menginginkan lebih dari apa yang ada dalam pasar online Indonesia saat ini. Salah satu model yang akan saya gunakan adalah pemasaran di bidang fashion dan clothing.
Di Indonesia, pemasaran produk dalam bidang ini hanya sebatas mengeluarkan katalog yang bisa dilihat langsung di web mereka ataupun sekian model yang mengenakan keluaran terbaru dari produk baju yang ada. Lebih jauh lagi, mereka mempergunakan social networking yang bisa dengan lebih cepat memberitahukan produk terbaru pada para pelanggannya.
Namun, konsumen produk fashion di Indonesia belum berkembang. Alasan pertama adalah kebiasaan mereka untuk ingin menyentuh sendiri dan merasakan produk yang mereka beli. Apalagi berkenaan dengan kain yang akan langsung terasa bedanya dengan indera peraba. Alasan kedua adalah bentuk baju yang mungkin bisa terlalu kecil ataupun terlalu longgar di badan mereka. Wanita, konsumen fashion tertinggi, memerlukan baju yang sesuai dengan keinginan mereka. Ada yang longgar, loose, ketat,pas di badan, dan lainnya.
Untuk itulah, menurut saya, diperlukan sebuah sistem product customization yang akhirnya bisa megakomodasi keinginan para konsumen. Salah satu bentuk nyatanya adalah menciptakan sistem yang bisa membuat konsumen memasukkan ukuran tubuh untuk mendapatkan bentuk tubuh virtual. Selanjutnya, model baju yang ada beserta dengan data kain dan spesifikasi lainnya, sudah dimasukkan ke dalam sistem juga sehingga nantinya konsumen bisa mengepas dan memadumadankan atasan-bawahan-aksesoris yang tersedia. Kelebihan lainnya, konsumen bahkan bisa memesan baju untuknya sendiri secara online dengan model yang bisa dibuat sendiri. Sistem ini hampir seperti Jojo’s Fashion Show game dan game yang berhubungan dengan fashion lainnya. Hal ini tentu saja mampu mengurangi resistensi dari konsumen potensial terhadap pasar online, terutama untuk bidang fashion yang dipergunakan sebagai model dari product customization ini.
Think Big! adalah salah satu slogan yang harus dipunyai oleh setiap entrepreneur. Bukan hanya berpikir tentang sesuatu yang besar saja, tetapi bagaimana langkah selanjutnya bisa diciptakan adalah hal terpenting lainnya. Era Cyberspace sudah bukan lagi menjadi tantangan bagi para wirausaha muda sekarang, tetapi sebagai kesempatan untuk menunjukkan industri kreatif mereka di dunia bisnis sekarang.